Jember, 30 September 2026 – Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Jember (UNEJ) menyelenggarakan kegiatan Sharing Discussion bertajuk “Eduara: Building an AI-Powered, Adaptive and Evidence-Informed Learning Ecosystem”. Kegiatan akademik ini menghadirkan narasumber internasional, Associate Professor Zaher M. A. Judeh dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Acara tersebut telah berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 di Ruang Kuliah 1 (RK 1) Gedung Kimia C FMIPA UNEJ mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Forum diskusi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dan jurusan, termasuk Wakil Dekan 1, Prof. Dra. Hari Sulistiyowati, M.Sc., Ph.D., serta para Ketua Jurusan di lingkungan FMIPA. Antusiasme yang tinggi terlihat dari keberagaman peserta lintas institusi dan jenjang pendidikan, yang meliputi dosen dari FMIPA, dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta para guru kimia Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kabupaten Jember.
Acara yang dipandu oleh dosen Jurusan Kimia, Andriana Kusuma Pertiwi, M.Si. bersama Tinok Dwi Ananda, M.Si. ini dibuka secara resmi melalui sambutan Ketua Jurusan Kimia FMIPA UNEJ, Prof. Dr. Anak Agung Istri Ratnadewi, S.Si., M.Si. Selepas pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Assoc. Prof. Zaher Judeh mengenai paradigma baru Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Beliau menekankan bahwa di tengah kecanggihan AI dalam menjelaskan konsep, menganalisis data, hingga memecahkan masalah, peran dosen dan guru harus bertransformasi dari sekadar penyampai informasi (knowledge transmitters) menjadi perancang pembelajaran (learning architects), pelatih penalaran kritis, serta mentor bagi peserta didik.
Memasuki sesi inti, Assoc. Prof. Zaher mendemonstrasikan Eduara, sebuah platform pembelajaran berbasis bukti (evidence-informed) yang mengintegrasikan AI. Melalui platform ini, pengajar dapat mengunggah materi kuliah untuk diubah menjadi ilustrasi visual secara otomatis, serta menyusun soal evaluasi yang tingkat kedalaman dan kesulitannya dapat disesuaikan. Eduara juga menerapkan sistem asesmen adaptif di mana kemunculan soal berikutnya ditentukan secara dinamis oleh kualitas jawaban mahasiswa sebelumnya, sekaligus memfasilitasi pemberian feedback langsung dan pengiriman pesan khusus bagi mahasiswa yang nilainya kurang memuaskan. Guna menjaga integritas akademik dari kecurangan mahasiswa seperti pencarian jawaban pada AI lain, platform ini dilengkapi fitur pengunci peramban (browser lockdown) yang otomatis mengunci seluruh tab lain pada perangkat mahasiswa selama assesment berlangsung.
Diskusi berlangsung sangat interaktif ketika memasuki sesi tanya jawab. Para dosen FMIPA, FKIP, serta guru MGMP Kimia Kabupaten Jember antusias menggali informasi mengenai teknis penerapan fitur-fitur tersebut di kelas, serta langkah praktis dalam memulai transformasi kurikulum berbasis AI yang aman dan terukur.
Melalui terselenggaranya Sharing Discussion ini, Jurusan Kimia FMIPA UNEJ berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional dengan NTU Singapura, sekaligus memberikan wawasan aplikatif bagi para pendidik di Kabupaten Jember dalam mengadopsi teknologi mutakhir demi menciptakan ekosistem belajar yang adaptif, jujur, dan berkualitas tinggi.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |




