16Sep/26

Jurusan Kimia UNEJ Berpartisipasi Aktif dalam IC2MS 2026, Raih Dua Penghargaan

Malang, 16 September 2026 — Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Jember kembali menunjukkan kiprahnya dalam forum ilmiah internasional melalui partisipasi pada The 8th International Conference on Chemistry and Material Sciences (IC2MS) 2026 yang diselenggarakan pada 15–16 September 2026 di Universitas Negeri Malang (UM).

IC2MS 2026 menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk mendiseminasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, serta memperluas jejaring dan peluang kolaborasi dalam bidang kimia dan ilmu material.

Dalam konferensi tersebut, sivitas akademika Jurusan Kimia UNEJ berpartisipasi dalam berbagai bentuk, mulai dari keynote speaker, invited speaker, oral presenter, hingga poster presenter. Secara keseluruhan, terdapat 18 kontribusi ilmiah dari sivitas akademika Jurusan Kimia UNEJ yang dipresentasikan dalam konferensi, terdiri atas satu keynote speaker, satu invited speaker, sepuluh oral presentation, dan enam poster presentation.

Berkontribusi sebagai Keynote dan Invited Speaker

Kontribusi Jurusan Kimia UNEJ dalam IC2MS 2026 salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Dr. Ika Oktavianawati, S.Si., M.Sc. sebagai keynote speaker dengan topik “Harnessing Local Resources for Sustainable Industrial Agriculture.”

Sementara itu, Dr. Muhammad Reza, S.Si., M.Si., M.Sc. berpartisipasi sebagai invited speaker dengan topik “Engineered PANI/TiO₂ Nanotube Heterojunctions: Tuning Electronic Bandgap and Surface Kinetics for Superior Visible-Light Diazinon Photodegradation.”

Kehadiran keduanya sebagai pembicara dalam konferensi internasional tersebut turut memperkenalkan berbagai bidang riset yang dikembangkan oleh sivitas akademika Jurusan Kimia UNEJ kepada komunitas akademik yang lebih luas. Continue reading

12Sep/26

Mahasiswa Kimia UNEJ Raih Juara II Pendikar 2026 melalui Gagasan B-LIGHT Berbasis Biohidrogen dari Limbah Kulit Pisang

Bogor, 12 September 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Jember. Sherlyandini Trisfena Aprilisindi, mahasiswa Jurusan Kimia angkatan 2023, berhasil meraih Juara II Pendikar 2026 (Pendidikan Karya 2026) yang diselenggarakan oleh Departemen Pengembangan Karir BEM Sekolah Vokasi IPB.

Dalam kompetisi yang mengusung tema “Careerlab: Create Ideas, Explore Potential to Build Future Career” dengan subtema renewable energy, Sherly mengangkat sebuah gagasan berjudul “B-LIGHT: Pemanfaatan Biohidrogen dari Limbah Kulit Pisang sebagai Sumber Energi Darurat Portabel bagi Wilayah Terdampak Bencana.”

Gagasan tersebut berangkat dari keresahan Sherly terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana, khususnya ketika akses terhadap listrik dan komunikasi ikut terganggu. Ketertarikannya semakin kuat setelah membaca berbagai cerita masyarakat di media sosial mengenai kesulitan menghubungi keluarga yang berada di daerah terdampak bencana.

Sebagai mahasiswa yang juga merantau, Sherly mengaku dapat memahami kekhawatiran tersebut. Ia kemudian membayangkan kondisi para pengungsi yang harus bertahan dalam situasi serba terbatas.

“Saya juga pernah melihat kondisi tempat pengungsian yang cukup memprihatinkan. Kemudian saya tiba-tiba kepikiran, bagaimana keadaan anak-anak atau bayi di sana yang membutuhkan kenyamanan sederhana, seperti penerangan dan kipas angin ketika gerah?” ungkap Sherly.

Dari keresahan tersebut, Sherly mulai mencari kemungkinan pemanfaatan sumber daya yang mudah ditemukan di sekitar sebagai sumber energi alternatif. Ia kemudian mengembangkan gagasan pemanfaatan limbah kulit pisang untuk menghasilkan biohidrogen, yang selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik menggunakan fuel cell.

B-LIGHT dirancang sebagai konsep energi portabel yang dapat menjadi alternatif sumber listrik dalam situasi darurat. Gagasan ini sekaligus mengangkat potensi pemanfaatan limbah kulit pisang yang jumlahnya sejalan dengan tingginya produksi komoditas pisang.

“Masalah yang ingin dijawab adalah kondisi ketika terjadi bencana alam, jaringan listrik menjadi infrastruktur yang sering ikut terdampak sehingga masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan akses listrik, bahkan untuk kebutuhan sederhana seperti penerangan atau pengisian daya ponsel,” jelasnya. Continue reading

21Aug/26

Mengapa Es Puter Bisa Lembut Tanpa Freezer? Sains di Balik Garam, Es Batu, dan Titik Beku

Prinsip Dasar dan Tekstur Es Krim
Pada dasarnya es krim terbuat dari susu yang dicampur dengan perasa atau pemanis buatan ataupun alami. Campuran tersebut jika dimasukkan begitu saja pada lemari es tanpa mengalami perlakuan apapun akan menghasilkan sebuah bongkahan es yang keras dan akan sulit untuk dimakan.

Jika campuran susu tersebut dilakukan perlakuan yang berbeda seperti pada pembuatan es krim putar atau biasa disebut es puter. Campuran susu semula berbentuk cairan berubah menjadi bentuk semi padat yang lembut dan dapat dinikmati dengan baik. Perbedaan hasil ini disebabkan oleh adanya fenomena penurunan titik beku serta adanya perpindahan kalor yang dipengaruhi oleh gerak yang konstan.

Proses Pembuatan dan Peran Pemutaran Wadah
Es krim putar dibuat dari campuran susu yang dimasukkan pada wadah alumunium agar suhu nantinya dapat berpindah dengan baik. Wadah kemudian diletakkan pada permukaan es batu yang sudah dicampur dengan garam untuk menurunkan suhu es. Wadah kemudian diputar dengan kecepatan yang konstan.

Proses pemutaran wadah ini berperan penting dalam membentuk tekstur lembut pada es krim. Pemutaran yang konstan berfungsi untuk meratakan distribusi dingin ke seluruh campuran es untuk mencegah terbentuknya bongkahan es berukuran besar. Gerakan yang konstan ini juga menyebabkan kristal es yang mulai terbentuk di dinding wadah alumunium langsung jatuh (tidak menempel pada dinding) sehingga kristal es tetap berukuran sangat kecil dan menghasilkan tekstur yang lembut.

Prinsip Kimia Penurunan Titik Beku Larutan
Proses pembekuan adonan es puter dibuat tanpa bantuan mesin pendingin seperti lemari es. Pembekuannya terbentuk karena adanya fenomena kimia yang disebut penurunan titik beku larutan. Air murni secara alami akan membeku dan mengkristal pada suhu 0°C.

Campuran susu jika dibiarkan membeku pada suhu 0°C, molekul air di dalamnya akan membentuk kristal es yang padat sehingga akan menghasilkan bongkahan yang keras. Untuk menghindari hal tersebut, kunci utamanya terletak pada penggunaan campuran es batu dengan garam kasar yang ditempatkan pada sekeliling wadah alumunium.
Garam dapur ketika terlarut dalam air pada lelehan es batu, molekul garam akan terdisosiasi menjadi ion natrium (Na) dan klorida (Cl). Partikel terlarut inilah yang menghalangi molekul air untuk merapat dan membentuk kristal padat, sehingga titik beku air di luar wadah turun mencapai beberapa derajat di bawah 0°C.

Mekanisme Perpindahan Kalor dan Pembekuan Adonan
Penurunan titik beku ini mengakibatkan es menyerap energi dari lingkungannya untuk berubah wujud dari padat ke cair atau yang biasa disebut meleleh. Proses pelelehan fase padat menjadi cair ini memerlukan kalor. Karena tidak ada sumber kalor yang dimasukkan ke dalam sistem, maka es batu akan menyerap kalor dari lingkungan yang paling dekat, yaitu campuran susu yang dimasukkan dalam wadah alumunium.

Wadah alumunium merupakan konduktor yang baik sehingga memiliki kemampuan untuk menghantarkan panas dengan baik. Penyerapan kalor dari dalam wadah ini menyebabkan suhu adonan turun drastis dan mengubah campuran susu di dalamnya berubah wujud dari cair menjadi padat.

Referensi
Alfadila, R., Anandito, R. B. K., & Siswanti. (2020). Pengaruh pemanis terhadap mutu fisik, kimia, dan sensoris es krim sari kedelai jeruk manis (Citrus sinensis). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 13(1), 1–11.

Iskandar, F., & Okimustava. (2025). Edukasi fisika: Pembuatan es krim menggunakan metode Contextual Teaching and Learning. Jurnal Tiyasadarma, 2(2), 67–75.

07Aug/26

Mewujudkan Himpunan Progresif dan Adaptif: HIMAKI “Zirkonium” UNEJ Melaksanakan Studi Banding Bersama HMP Kimia UNESA

Studi banding merupakan salah satu program kerja HIMAKI “Zirkonium” Universitas Jember. Tujuannya untuk memperluas wawasan, menguatkan kapasitas internal, serta menjalin hubungan baik dengan organisasi sejenis di perguruan tinggi lain. Pada tahun ini kegiatan studi banding dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026. HIMAKI “Zirkonium” UNEJ kali ini melakukan studi banding dengan HMP Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Mengusung tema “Connect, Learn, and Collaborate: Mewujudkan Himpunan yang Progresif, Adaptif, dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam pengembangan organisasi kedepannya dengan adanya pertukaran hal hal baru yang semula tidak dimiliki oleh salah satu organisasi.

Kegiatan ini diawali dengan Opening Ceremony yang dibuka secara resmi oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, MARS Universitas Jember, dan MARS Universitas Negeri Surabaya. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan secara berurutan oleh Ketua Umum HIMAKI “Zirkonium” 2026, Ketua Umum HMP Kimia FMIPA UNESA 2026, dan Dosen pendamping dari masing-masing himpunan. Sesi pembukaan ini diakhiri dengan pembacaan doa bersama demi kelancaran seluruh alur kegiatan nantinya.

Memasuki kegiatan inti, seluruh peserta menyaksikan penayangan video profil jurusan Kimia Universitas Jember dan video profil jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya. Penayangan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana jurusan kimia pada tiap Universitas. Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan program kerja yang dilakukan oleh Ketua Umum dari kedua belah pihak. Melalui pemaparan ini, kedua himpunan dapat saling membedah mengenai struktur organisasi, bidang-bidang kerja, serta program kerja yang dimiliki antar himpunan.

Setelah pemaparan program kerja dilakukan, kegiatan diteruskan dengan sesi Forum Group Discussion (FGD) per bidang kerja yang memiliki program kerja serupa. Pada sesi ini, para pengurus antar himpunan dikelompokkan untuk berdiskusi mengenai bagaimana program kerja antar himpunan dilaksanakan. Hal hal yang sudah didiskusikan dan diperoleh dapat diadaptasi untuk menyempurnakan program kerja antar himpunan. Setelah FGD dilakukan dilanjutkan dengan sesi ice breaking untuk meningkatkan semangat dan kehangatan antar sesama.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab terbuka bagi seluruh pengurus untuk mengetahui lebih dalam mengenai program kerja antar himpunan. Rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan dilanjutkan dengan sesi penyerahan kenang-kenangan dan tukar kado antar pengurus HIMAKI “Zirkonium” dengan HMP Kimia FMIPA UNESA. Acara kemudian ditutup secara resmi oleh MC, lalu diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.

Melalui penyelenggaraan studi banding ini, harapannya kedua belah pihak himpunan dapat memperoleh banyak referensi dan perspektif baru dalam pengelolaan organisasi yang nantinya akan berdampak baik untuk kepengurusan kedepannya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengalaman, melainkan juga langkah nyata untuk pembaharuan sistem kerja, inovasi program, dan membentuk organisasi yang lebih maju kedepannya.